Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Merakit Harmoni dan Cerita Sandyakala 2025

Gambar
  Menjadi salah satu Pemandu PKKMB Sandyakala KM FEB UNY 2025 adalah sebuah anugerah yang terasa begitu personal. Ada getaran haru yang kurasakan: tak pernah kusangka, setahun yang lalu aku berada di barisan yang sama, menjadi mahasiswa baru yang dibimbing, dan kini aku berdiri di posisi sebaliknya. Bagi seorang yang cenderung memandang dunia dari balik jendela diri seorang introvert yang nyaman dalam kesunyian, keputusan ini adalah langkah tegap untuk keluar dari zona aman. Ini adalah ikhtiar tulus, keyakinan bahwa pertumbuhan terbaik seringkali lahir dari tantangan yang kita pilih sendiri. Saat pengumuman nama-nama panitia, sejujurnya tak ada ekspektasi muluk di benak. Pikiran sederhana saat itu hanyalah bagaimana caranya memecah kebekuan, bagaimana meleburkan diri dengan rekan-rekan Pemandu lain yang sebelumnya sama sekali tak kukenal. Sebuah tantangan sosial yang terasa monumental, namun harus dihadapi demi tujuan yang lebih besar.   Mekarnya Ilmu dan Ikatan Persaud...

Merayakan Hidup Dalam Gerak Tari

Gambar
  Tari telah menjadi bagian penting dalam hidup saya sejak lama. Ini lebih dari sekadar aktivitas, melainkan cara utama saya mengekspresikan diri dan merasakan koneksi mendalam dengan lingkungan sekitar. Sejak kecil, saya selalu merasa bahagia saat bergerak mengikuti irama. Perjalanan dalam dunia tari membentuk karakter saya, membawa saya pada panggung yang selalu terasa seperti rumah. Di sanalah saya merasa benar-benar bebas, dimana semua beban pikiran hilang saat musik dimulai dan digantikan oleh fokus penuh pada setiap gerakan. Dalam perjalanan menari, saya telah berkesempatan menjumpai banyak ragam tarian dan pengalaman. Salah satunya adalah momen tarian kelompok yang mengutamakan kebersamaan. Saat menarikan tarian rakyat yang sederhana, yang terpenting bukanlah kesempurnaan teknis, melainkan energi yang kami bagi bersama. Pengalaman ini mengajarkan bahwa seni tari juga tentang kolaborasi dan ikatan emosional. Melihat senyum teman-teman dan merasakan kekompakan gerak serempak...

Setungku Nasi dan Seribu Rahasia di Tanah Raja

Gambar
Sejak usia dini, aku selalu memiliki ketertarikan terhadap segala sesuatu yang berdenyut dalam dunia seni. Ada resonansi mendalam dalam cara sebuah raga bergerak di atas panggung, dalam lantunan dialog yang sarat makna, dan dalam permainan cahaya yang menyentuh ekspresi seorang aktor. Teater, film, dan panggung pertunjukan, semuanya memanggilku dengan suara sunyi yang hanya bisa didengar oleh jiwaku sendiri. Hingga suatu hari, sebuah kabar datang menghampiri, membuat jantungku berdesir kencang: Aku terpilih menjadi salah satu pemeran dalam proyek film yang digarap oleh Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Film ini bukanlah fiksi, melainkan sebuah penghormatan terhadap "Jogja Kembali", kisah yang merupakan napas dan ruh kota ini. Dalam panggung sejarah itu, aku mendapatkan peran sebagai sahabat Ibu Ruswo, salah satu perempuan pejuang yang berjuang di garis belakang. Tugasku terletak di dapur rahasia, sebuah ruang sunyi tempat strategi perjuangan dirajut dalam kehangatan api t...