Membuka Jendela Batin di "Behind The Eye"
Kunjungan ke Taman Budaya Yogyakarta (TBY) kali ini terasa berbeda. Bukan sekadar melihat pajangan, melainkan sebuah undangan untuk menyelami kedalaman pikiran seniman kontemporer asal Sleman, Khadir Supartini , melalui pameran tunggalnya: "Behind The Eye" . Saat pertama kali masuk, suasana ruang pamer langsung terasa berat namun magnetis . Judul pameran ini, yang terinspirasi dari salah satu karyanya, benar-benar menjadi gerbang ke isu-isu yang tersembunyi. Khadir tidak sedang berbicara tentang hal-hal yang indah dan mudah, namun ia berani menyentuh narasi-narasi kecil, hal-hal yang dianggap abnormal, tabu, dan menyimpang dalam masyarakat. Beragam Medium, Satu Kegelisahan Hal yang paling menarik perhatian adalah keragaman medium yang digunakan Khadir. Ia tidak terpaku pada satu gaya. Pameran ini menyuguhkan puluhan karya, campuran karya lama dan baru, meliputi: Lukisan: Kanvas-kanvas dengan komposisi warna kuat dan goresan ekspresif. Terlihat jelas ek...